Cak Imin Berharap Pada Tahun 2022 Ada Terobosan dan Inovasi Baru Untuk Hadapi Pandemi
Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan, tahun 2022 harus dihadapi dengan semangat dan optimis. Muhaimin mengatakan, dalam menghadapi pandemi Covid19 harus ada terobosan dan inovasi di 2022.
"Bangsa ini menghadapi kesulitan yang luar biasa sepanjang tahun ini. 2021 segera berlalu, tahun 2022 segera datang. Kita menyambutnya dengan semangat dan sikap optimistis," ujar politikus yang akrab disapa Cak Imin dalam keterangannya, Jumat (31/12).
Ketua Umum PKB ini mengatakan, tidak boleh berpuas diri dan bersantai dengan keadaan. Menghadapi pandemi harus tetap berinovasi dan membuat terobosan.
"Meski Bank Dunia dan IMF menyatakan ekonomi Indonesia tahun 2022 akan pulih mendekati keadaan sebelum pandemi, namun kita harus tetap berpikir inovatif dan membuat terobosan baru," kata Cak Imin.
Diketahui, Bank Dunia memproyeksikan perekonomian Indonesia bakal pulih setelah mengalami kontraksi akibat pandemi Covid-19 sejak 2020. Pada 2021, Financial institution Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 3,7%. Proyeksi pertumbuhan ekonomi tersebut dengan asumsi Indonesia tidak mengalami gelombang baru Covid-19 yang lebih parah.
Pada 2022, Financial institution Dunia juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat 5,2% dan 5,1% pada 2023. Proyeksi tersebut berdasarkan asumsi program vaksinasi akan terus dilakukan dengan harapan sebagian besar provinsi bisa mencapai tingkat vaksinasi hingga 70% pada 2022 dan dengan catatan Indonesia tidak akan mengalami gelombang baru Covid-19 yang lebih parah.
Sementara Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) memproyeksikan ekonomi Indonesia bisa tumbuh menjadi 3,2% pada tahun 2021, dan naik 5,9% pada 2022.
"Pemulihan dari pandemi bukan hanya pemulihan ekonomi, atau naiknya angka-angka PDB (produk domestik bruto), tetapi juga pemulihan sosial ekonomi," jelas Cak Imin.
Ia berharap pandemi Covid-19 benar-benar berakhir sehingga bangsa ini bisa menata masa depan yang lebih baik lagi di masa-masa mendatang.
"Bangsa ini menghadapi kesulitan yang luar biasa sepanjang tahun ini. 2021 segera berlalu, tahun 2022 segera datang. Kita menyambutnya dengan semangat dan sikap optimistis," ujar politikus yang akrab disapa Cak Imin dalam keterangannya, Jumat (31/12).
Ketua Umum PKB ini mengatakan, tidak boleh berpuas diri dan bersantai dengan keadaan. Menghadapi pandemi harus tetap berinovasi dan membuat terobosan.
"Meski Bank Dunia dan IMF menyatakan ekonomi Indonesia tahun 2022 akan pulih mendekati keadaan sebelum pandemi, namun kita harus tetap berpikir inovatif dan membuat terobosan baru," kata Cak Imin.
Diketahui, Bank Dunia memproyeksikan perekonomian Indonesia bakal pulih setelah mengalami kontraksi akibat pandemi Covid-19 sejak 2020. Pada 2021, Financial institution Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 3,7%. Proyeksi pertumbuhan ekonomi tersebut dengan asumsi Indonesia tidak mengalami gelombang baru Covid-19 yang lebih parah.
Pada 2022, Financial institution Dunia juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat 5,2% dan 5,1% pada 2023. Proyeksi tersebut berdasarkan asumsi program vaksinasi akan terus dilakukan dengan harapan sebagian besar provinsi bisa mencapai tingkat vaksinasi hingga 70% pada 2022 dan dengan catatan Indonesia tidak akan mengalami gelombang baru Covid-19 yang lebih parah.
Sementara Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) memproyeksikan ekonomi Indonesia bisa tumbuh menjadi 3,2% pada tahun 2021, dan naik 5,9% pada 2022.
"Pemulihan dari pandemi bukan hanya pemulihan ekonomi, atau naiknya angka-angka PDB (produk domestik bruto), tetapi juga pemulihan sosial ekonomi," jelas Cak Imin.
Ia berharap pandemi Covid-19 benar-benar berakhir sehingga bangsa ini bisa menata masa depan yang lebih baik lagi di masa-masa mendatang.
Komentar
Posting Komentar