Indonesia Berhasil Eksport Lukisan Tas Karung Goni yang Ramah Lingkungan ke Pasar Internasional

Solo Warna khas karung goni cokelat menjadi bidang lukisan indah menawan. Kain goni menjadi bahan utama pembuat tas unik ini. Tas pada umumnya memiliki tekstur yang lembut.

Sebaliknya, karung goni memiliki tekstur kasar, hingga kesan tak nyaman saat dipegang. Sebuah inovasi datang di sanggar lukis Nasrafa di kampung Semanggi, Pasar Kliwon, Solo. Kain goni yang kasar ditutup dengan lukisan indah dengan warna yang menawan.

Uniknya lagi, produk tas tote sederhana ini telah melanglang buana. Tas ini telah tembus ke pasar Internasional seperti Belanda, Amerika, Perancis, Italia, Thailand dan Filipina. Belakangan, tas lukis kain goni ini dipesan oleh Jepang.

Negara Matahari Terbit ini memesannya untuk dijadikan sebagai memento perhelatan Olimpiade Tokyo. Desain lukisannya sangat indah, mulai dari seorang wanita dengan busana tradisional Jepang hingga concept alam.

Selain indah, bahan kain yang biasa dipakai karung goni ini ternyata ramah lingkungan. Bahan dasarnya berupa tumbuhan rami atau Boehmeria nivea, sejenis rerumputan yang dapat tumbuh subur di daerah tropis.

Stigma kain goni hanya untuk bahan pembuatan karung berubah. Bahan kain goni lebih murah dibanding kain berbahan kapas. Di Sanggar Nasrafa, kain murah ini diubahnya menjadi kerajinan yang bernilai. Meski lebih sulit, tas-tas cantik ini punya daya jual tinggi dari lokal hingga mancanegara.

Berbeda melukis di atas kanvas bertekstur halus, tekstur kain goni lebih kasar. Melukis di kain goni butuh trik dan ketelitian yang tinggi. Pori-pori pada kainnya lebih lebar dari kain lainnya. Bisa dibilang melukis di atas kain goni adalah media paling sulit dibanding kain lainnya. Akibatnya melukis satu desain tas memakan waktu yang cukup lama.

Mulanya bahan kain goni dijahit rapi berbentuk persegi panjang sederhana. Tak lupa lengkap dengan pegangan yang berasal dari kulit sintetis. Para pelukis akan membuat pola pada bidang kain goni. Pola nantinya menjadi acuan pewarnaan pada lukisan.

Aneka mata kuas berbagai ukuran siap digunakan. Tebal tipisnya memengaruhi komposisi warna. Pet cat berjenis pasta sablon dipilih karena lebih tahan lama menempel pada kain goni. Adonan catnya mampu mengisi pori-pori kain goni sehingga membuat gambar lebih rapi.

Satu bidang lukisa dapat diselesaikan dalam kurun waktu satu jari. Bagian tersulit ialah membuat information gambar berukuran kecil. Raut wajah, hingga hiasan kelopak bunga mini harus dilukis dengan hati-hati dan teliti. Mengingat cat pasta mampu mengering dengan cepat.

Tak hanya tas totebag saja, sanggar lukis ini menghasilkan produk lain. Mulai dari bag hingga dompet kecil berbahan kain goni. Tak hanya itu, sanggar ini juga membuat kipas tradisional dengan kain yang lebih lembut dihias dengan lukisan menawan.

Semua jenis gambar bisa dilukis pada media kain goni. Para pelangan biasa memesan dengan menyertakan contoh gambar yang mereka inginkan. Kerumitan dan bidang ukuran gambar menjadi penentu harga yang diterapkan.

Terlepas dari keunikan dan daya gunanya, merawat tas kain goni harus lebih hati-hati. Jika terkena noda, cukup membersihkannya dengan spons basah. Tekstur kain goni ternyata sangat rentan ketika dikucek dan direndam dengan air sabun. Karakteristiknya yang kasar menjadikan kain goni mudah tertekuk menjadi tak rapi.

Tas ramah lingkungan ini bisa didapatkan dengan harga berkisar antara Rp 200 ribu hingga Rp.1.5 juta tergantung desain dan tema lukisan. Custom-made desain menjadi keunggulan lukisan ini. Siapa saja bisa memesannya dengan motif dan gambar sesuai keinginan.

Selain tas, produk lain juga dikembangkan oleh sanggar lukis Nasrafa. Bahkan baju dengan concept yang dilukis juga mereka kerjakan. Bahan kain goni menjadi produk unggulan punya daya jual tinggi, ramah lingkungan dan indah menawan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keinginan Para Fraksi di DPR Untuk Perbaiki UU Cipta Kerja Sesuai Putusan MK

Cak Imin Berharap Pada Tahun 2022 Ada Terobosan dan Inovasi Baru Untuk Hadapi Pandemi

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian Minta Pemda Segera Perbaiki Input Data Covid-19 Untuk Mempengaruhi Penerapan Level PPKM