Komisi DPR 1 Sukamta Menilai Bocornya Data Penduduk Akibat Lemah nya Ketahanan Cyber Indonesia
Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI Sukamta menyoroti kebocoran yang disebut mencapai 279 juta information peserta jaminan sosial kesehatan yang dikelola BPJS Kesehatan. Namun, hasil temuan sementara Kemenkominfo, ada 100.002 data yang bocor. Sukamta menyatakan, bahwa hal ini sebagai cerminan bahwa ketahanan siber negara lemah. "Sudah sangat sering terjadi kebocoran data pribadi di internet. Entah itu information pribadi di ranah swasta seperti information di Tokopedia, Bukalapak, Lazada, juga data di instansi publik seperti bocornya data pasien Covid-19, data Pemilu di KPU, dan dugaan yang terbaru information BPJS Kesehatan demikian lemahnya ketahanan siber kita meskipun BPJS selalu maintenance agar keamanan information peserta terjamin kerahasiaannya," katanya, Jumat (21/5). "Data BPJS Kesehatan ini sangat besar, 279 juta, termasuk data peserta yang sudah meninggal. Jumlah ini hampir sama dengan jumlah complete penduduk Indonesia. Ini alarm bagi Indonesia!" ujarnya...